Kamis, 09 Agustus 2012

PRAKTIKUM PERISTIWA OSMOSIS DAN DIFUSI PADA MEMBRAN SEL KENTANG



Sel baik tumbuhan maupun hewan dilapisi oleh suatu membran yang disebut membran sel. Membran sel sering juga disebut selaput sel, merupakan bagian terluar dari sel yang menyelubungi seluruh permukaan sel.  Membran sel tersusun dari molekul-molekul lipid (lemak), protein, dan sedikit karbohibrat. Membran sel juga berfungsi sebagai tempat keluar masuknya ion, molekul serta senyawa dari atau kedalam sel. 

Berdasarkan dapat tidaknya selaput dilalui oleh molekul zat, selaput dibedakan menjadi tiga macam, yaitu 
  • Selaput permiabel, yaitu selaput yang dapat dilalui oleh molekul air dan zat yang larut di dalamnya
  • Selaput semipermiabel, yaitu selaput yang dapat dilalui molekulmolekul air dan zat tertentu saja sehingga disebut juga selaput permiabel selektif
  • Selaput impermiabel, yaitu selaput yang tidak dapat ditembus oleh air maupun zat yang terlarut.


Sel tumbuhan memiliki ketiga macam selaput tersebut. Dinding sel yang berlapiskan gabus merupakan selaput impermiabel, sedangkan yang hanya mengandung selulosa bersifat permiabel. Di sebelah dalam dinding sel terdapat membran sel, pada sel hidup bersifat semipermiabel atau permiabel selektif. Fungsi selaput tersebut mengatur pertukaran zat yang masuk dan keluar sel. Oleh karena itu, permiabilitasnya dapat berubah-ubah.
Pada tumbuhan yang hidup di dalam air maupun yang di darat, proses pengambilan zat-zat yang diperlukan dilakukan melalui proses kimia dan biologi, meliputi: 
  • Transpor pasif : Merupakan transpor ion, molekul dan senyawa yang tidak memerlukan energi untuk melewati membran sel. Contoh : Difusi dan Osmosis
  • Transpor aktif : Transpor aktif memerlukan energy untuk membawa molekul dari satu sisi membrane ke membrane yang lain. contoh : pompa ion,  konstranspor, endositosis dan eksositosis.
Osmosis adalah perpindahan pelarut dari konsentrasi pelarut tinggi (hipotopik) menuju ke konsentrasi pelarut rendah (hipertonik) melalui membran permiabel.
  
Gambar peristiwa osmosis
TUJUAN PRAKTIKUM
  • Siswa dapat membuktikan terjadinya peristiwa osmosis pada sel-sel kentang
ALAT DAN BAHAN
  • 3 buah kentang
  • 2 buah mangkok plastic
  • 2 gelas air mineral
  •  Silet /pisau
  • garam 3 sedok
  • Penggaris 
CARA KERJA
a)      Campurkan 2 sendok makan garam kedalam 1 gelas air mineral tuangkan campuran tadi dalam sebuah mangkuk beri label A pada mangkuk tersebut
b)      Tuangkan 1 gelas air tawar ke dalam mangkuk yang diberi label B
c)      Potonglah bentuk balok kentang dengan ukuran panjang 5cm, lebar 1 cm dan tinggi 1 cm
d)      Masukkan 5 potong pada mangkuk A dan 5 potong pada mangkuk B
e)      Tunggulah selama 15 menit
f)       Periksalah kekerasannya dengan cara melengkungkannya.
g)      Isilah table yang telah disediakan
h)      Jawab pertanyaan yang disediakan
  
TABEL DATA

No
Hal yang diamati
Mangkuk A
Mangkok B
1
Kekerasan


2
Warna


3
Ukuran



·        Panjang


·        Lebar



·        Tinggi


4
Rasa


 
PERTANYAAN
1)      Apa yang terjadi pada kentang yang terdapat pada mangkuk A?
2)      Apa yang terjadi pada kentang yang terdapat pada mangkuk B?
3)      Jelaskan mengapa terjadi perbedaan pada kentang yang terdapat pada kedua mangkuk tsb!
4)      Peritiwa apa yang terjadi pada kentang tersebut?



 (Foto praktikum peristiwa osmosis pada ketang kelas X TPHP 3)


( Foto kegiatan Praktikum kelas X TPHP 2)
Setelah dilaksanakan kegiatan praktikum maka akan terlihat perbedaan dari kentang yang direndam pada mangkok yang berbeda. 

Pada mangkok A  
Kentang berubah menjadi lentur dan lunak, panjang kentang mengalami penyusutan dan rasa kentang menjadi asin. Hal ini terjadi karena Zat pelarut (air) di dalam sel kentang lebih banyak dibanding dengan zat pelarut diluar sel (pada mangkok A). Sehingga air akan keluar dari dalam sel. Hal ini menyebabkan kentang menjadi lebih lunak daripada sebelumnya dan ukuran kentang menyusut. Rasa asin tejadi karena adanya perpindahan molekul garam dari luar sel kentang yang kontentrasinya tinggi ke dalam sel kentang yang konsentrasi garamnya rendah.
Pada  mangkok B 
Kentang tetap keras, panjang kentang tetap/bertambah dan rasa kentang tawar. Hal ini terjadi karena Zat pelarut (air) di dalam sel kentang lebih sedikit dibanding zat pelarut yang ada di luar sel kentang sehingga air akan masuk ke dalam sel dan menyebabkan tekstur kentang menjadi keras dan ukurannya bertambah/tetap. Rasa kentang menjadi tawar karena tidak terjadi perpidahan konsentrasi garam.

Di dalam ke dua mangkok tersebut telah terjadi peristiwa osmosis dan difusi yaitu peristiwa perpindahan pelarut dari konsentrasi pelarut tinggi (hipotopik) menuju ke konsentrasi pelarut rendah (hipertonik) . Serta berpindahnya molekul zat telarut dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi yang rendah melalui membran permiabel (membran sel kentang).